Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Isra’ Mi’raj — Peristiwa Agung dalam Sejarah Islam

Isra’ Mi’raj adalah salah satu peristiwa paling mulia dan penting dalam sejarah Islam yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menggambarkan perjalanan spiritual nabi dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Jerusalem lalu naik ke langit ketujuh, atas perintah Allah SWT, dalam satu malam.

1. Apa Itu Isra’ Mi’raj?

Isra’ secara bahasa berarti perjalanan malam, sedangkan Mi’raj berarti naik atau perjalanan vertikal ke tempat tinggi. Secara istilah, Isra’ Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Yerusalem), kemudian naik ke langit sampai mencapai Sidratul Muntaha — tempat tertinggi di langit — dan bertemu dengan Allah SWT.

Peristiwa ini disebutkan juga dalam Al-Qur’an pada Surah Al-Isra ayat 1 sebagai perjalanan yang agung dan penuh tanda-tanda kebesaran Allah.

2. Tahapan Perjalanan Nabi SAW

Peristiwa Isra’ Mi’raj terdiri dari dua bagian utama:

  1. Isra’
    Nabi SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis (Yerusalem) dalam satu malam.
  2. Mi’raj
    Dari Masjidil Aqsa, beliau naik ke langit hingga Sidratul Muntaha, bertemu dengan para nabi terdahulu, dan akhirnya sampai kepada hadirat Allah SWT. Di sini beliau juga menerima perintah shalat lima waktu yang menjadi kewajiban bagi seluruh umat Islam.

3. Kapan Isra’ Mi’raj Diperingati?

Dalam kalender Islam, Isra’ Mi’raj biasanya diperingati pada tanggal 27 Rajab — bulan ketujuh dalam kalender Hijriah. Tanggal ini berubah-ubah dalam kalender Masehi setiap tahunnya karena kalender Islam berbasis lunar (bulan).

Meskipun banyak masyarakat merujuk pada tanggal 27 Rajab, penentuan tanggal pastinya sering kali berbeda di berbagai daerah karena perbedaan penentuan hilal (bulan baru).

4. Makna dan Hikmah Isra’ Mi’raj

Peristiwa Isra’ Mi’raj memiliki makna yang sangat penting bagi umat Islam, antara lain:

Menegaskan pentingnya shalat lima waktu sebagai tiang agama. Perintah shalat yang awalnya 50 waktu sehari semalam dikurangi menjadi 5 oleh permohonan Nabi SAW kepada Allah, namun pahalanya tetap seperti 50 kali.
Menunjukkan bahwa Allah SWT Maha Kuasa atas segala hal, termasuk perjalanan spiritual yang luar biasa jauh dan tinggi dalam satu malam.
Memberikan pelajaran tentang kekuatan iman dan kesabaran, terutama ketika Nabi SAW mengalami berbagai cobaan dalam menyampaikan risalah Islam.
Menegaskan hubungan umat Islam dengan Masjidil Aqsa, yang menjadi tempat pertama shalat bersama para nabi lainnya.

5. Cara Umat Islam Memperingati

Banyak Muslim di seluruh dunia memperingati Isra’ Mi’raj dengan berbagai cara, seperti:

📌 Berdoa dan memperbanyak shalat sunnah di malam itu.
📌 Mendengarkan atau membaca kisah Isra’ Mi’raj di masjid atau majelis ilmu.
📌 Refleksi diri dan meningkatkan ibadah, terutama memperbaiki kualitas shalat dan ukhuwah Islamiyah.

Walaupun cara perayaannya bisa berbeda antar komunitas, inti peringatannya tetap pada mengingat kebesaran Allah dan apresiasi terhadap peristiwa penting ini dalam hidup Nabi Muhammad SAW.

Isra’ Mi’raj adalah peristiwa agung yang menggambarkan perjalanan Rasulullah SAW dari Makkah ke Yerusalem dan naik ke langit ketujuh, yang menjadi dasar kewajiban shalat lima waktu bagi umat Islam dan sumber inspirasi iman serta semangat ibadah. Peristiwa ini diperingati setiap tahun sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan meningkatkan kualitas keislaman uma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

JADWAL PELAJARAN SEMESTER GENAP ...
PENGUMUMAN SPMB TH 2026/2027

Prestasi

Lomba Lari
Lomba Melukis

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman